Hidden Treasure in Biawak Island, Indramayu.

Perjalanan kali ini sangat melelahkan dan terus terang ini lah yang paling menuntut ketahanan fisik lebih. Perjalanan ke pulau Biawak seperti perjalanan sebelum-sebelumnya didapatkan informasi melalui sosial media. Tempat-tempat yang belum banyak didatangi orang merupakan tujuan destinasi favorite saya. Tentu ada maksud dan tujuannya dibalik ini semua yaitu upload dan banyak orang penasaran dengan materi upload tersebut huahaha…

Perjalanan dimulai dengan berangkat ke titik kumpul di daerah Indramayu dan berakhir di perumahan warga untuk menitipkan kendaraan yang kami bawa. Seperti biasanya ada pendamping yang setia mendampingi saya bepergian dan travelling kemana-mana yaitu kekasih tercinta ha2. Ada hal lucu dalam perjalanan menuju pulau tersebut. Ketika tiba di lokasi penjemputan hingga perumahan warga tempat menitipkan kendaraan, saya menggunakan GPS untuk mengetahui lokasi bibir pantai. Tapi hingga sampai rumah warga, GPS tidak menunjukkan tanda atau gambaran bibir pantai. Dan… belakang rumah tesebut terdapat muara yang mengarah ke lepas pantai.

Namanya juga travelling, kita harus siap dengan kondisi apapun. Ketika mengetahui transportasi yang akan digunakan tersebut yaitu kapal tradisional nelayan, makin jadi deh tuh adrenalin meningkat ha2 bayangkan saja jam 1 dini hari dengan kondisi gelap harus menaiki kapal hingga  ke laut lepas, mendebarkan pastinya! Tapi selama perjalanan terbayar dengan haparan bintang yang tampak indah dimalam tersebut. Tinggal daerah perkotaan sangat tidak mungkin untuk melihat hal tersebut. Mulai dari rasi bintang pari atau layang-layang, scorpio dan biduk dapat dilihat langsung dengan mata telanjang. Sungguh sebuah pengalaman yang membangkitkan kenangan masa kecil.

F5.6 1/60sec. ISO 100 Kapal nelayan tradisonal menuju pulau Biawak
F5.6 1/60 sec. ISO 100
Kapal nelayan tradisonal menuju pulau Biawak

Pengalaman yang tidak akan terlupakan menumpang perahu nelayan trasional setempat dengan terpaan ombak laut lepas yang biru dan momen paling indah adalah melihat sunrise muncul dari permukaan laut. Hanya saya dan seorang rombongan  yang bangun dan menikmati indahnya sunrise tengah laut dan ini pengalaman pertama kalinya bagi saya. Kemudian semua orang yang berada di kapal tersebut bangun dan menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh alam.

F4.5 1/320 sec. ISO 100 Sunrise tengah laut menuju pulau Biawak
F4.5 1/320 sec. ISO 100
Sunrise tengah laut menuju pulau Biawak

Jarak antara sunrise dengan pulau tersebut kurang lebih 1 jam lamanya. Selama perjalanan tersebut sejauh mata memandang hanyalah hamparan air laut yang biru dengan burung camar laut melintasi kapal kami, menandakan pulau tujuan kami mulai tampak. Deburan ombak yang terhantam kapal membuat mata ini tidak ada lelahnya menikmati biru putih perjalanan kala itu.

F4 1/640 sec. ISO 500 Deburan air laut menghantam ujung kapal
F4 1/640 sec. ISO 500
Deburan air laut menghantam ujung kapal

Akhirnya tiba di pulau yang telah lama dinantikan sedari malam berbintang hingga matahari bersinar terang. Sangat takjub melihat kejernihan air laut menyapa koloni terumbu karang dan ikan yang berlarian. Pasir putih, hamparan hutan pulau nan hijau menghanyutkan kepenatan padatnya kota seraya angin kepulauan membisikan keheningan alam.

F5.6 1/400 sec. ISO 100 Pulau Biawak ketika kapal hendak bersandar
F5.6 1/400 sec. ISO 100
Pulau Biawak ketika kapal hendak bersandar
F5.6 1/500sec. ISO 100 Sudut pandang lain Pulau Biawak
F5.6 1/500sec. ISO 100
Sudut pandang lain Pulau Biawak

Ketika turun dari kapal, ada spot yang sangat menarik perhatian saya semenjak mendaratkan kaki ini di pulau tersebut. Terdapat dua pohon bakau ditengah kejauhan rimbunan hutan mangrove dan menginspirasikan tentang suatu hal kehidupan. Gambar yang saya abadikan dibawah ini adalah dalam keadaan pagi menjelang siang. Ada salah satu foto dengan atmospher sunrise tetapi akan saya upload pada kesempatan kedua mengenai perjalanan saya ke pulau Biawak.

F5.6 1/250 sec. ISO 100 Sepasang mangrove menyambut kedatangan kami ke pulau itu
F5.6 1/250 sec. ISO 100
Sepasang mangrove menyambut kedatangan kami ke pulau itu

Enjoy My Photo, Thanks.

Advertisements

4 thoughts on “Hidden Treasure in Biawak Island, Indramayu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s